Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryAug 2, '07 8:12 PM
for everyone

JEMBATAN

Soetardji Calzoum Bachri

 

 

    Sedalam-dalam sajak tak kan mampu menampung air

mata bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap dalam

basa basi dalam teduh pakewuh dalam kilah dan isyarat

tanpa makna

 

    Maka aku pun pergi menatap pada wajah orang berjuta

    Wajah orang jalanan yang berdiri satu kaki dalam penuh

sesak bus kota

    Wajah orang tergusur

    Wajah para muda yang matanya letih menyimak daftar

lowongan kerja

    Wajah yang tercabik dalam pengap pabrik

    Wajah legam para pemulung yang memungut remah-

remah pembangunan

    Wajah yang hanya mampu menjadi sekedar penonton

etalase indah di berbagai plasa

 

    Wajah yang diam-diam menjerit, melengking, melolong

dan mengucap:

                tanah air kita satu

                bangsa kita satu

                bahasa kita satu

                bendera kita satu

 

    Tapi wahai saudara satu bendera, kenapa kini ada

sesuatu yang terasa jauh beda di antara kita

    Sementara jalan-jalan mekar di mana-mana

menghubungkan kota-kota, jembatan-jembatan tumbuh

kokoh merentangi semua sungai dan lembah yang ada,

tapi siapakah yang akan mampu menjembatani jurang di

antara kita?

 

    Di lembah-lembah kusam pada pucuk bulan gersang

dan otot linu mengerang mereka pancangkan koyak moyak

bendera hati dipijak ketidakpedulian pada saudara

    Gerimis tak mampu mengucapkan kibarannya. Lalu

tanpa tangis mereka menyanyi:

                padamu negeri

                air mata kami

 

1993


usmandidikhamdani wrote on Sep 14, '07
Mas, aku minta copy puisinya buat koleksi di blogku: http://s0107.blogspot.com Tengkyu
smartfad wrote on Sep 15, '07
yup, silahkan
Add a Comment